Sugio, Lamongan – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 sekaligus menyemarakkan Bulan Bahasa, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sugio menggelar upacara bendera yang berlangsung dengan penuh khidmat. Kegiatan yang dipusatkan di lapangan utama sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta staf karyawan dengan antusiasme yang tinggi.
  
Peringatan tahun ini terasa berbeda karena mengolaborasikan dua momen krusial bagi generasi muda: ikrar persatuan bangsa dan penguatan eksistensi bahasa Indonesia. Melalui momentum ini, seluruh warga sekolah diajak untuk kembali merenungkan serta mengimplementasikan nilai-nilai sejarah dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
    
Dalam amanat pembina upacara, ditekankan bahwa peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan pemantik bagi para pelajar untuk menjaga persatuan, toleransi antar-sesama, dan terus meningkatkan semangat kebangsaan di era modern. Salah satu poin penting yang digarisbawahi adalah komitmen menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang tecermin dalam peringatan Bulan Bahasa sepanjang Oktober.
  
Nuansa nasionalisme semakin kental saat perwakilan siswa dengan lantang membacakan teks Sumpah Pemuda, menggaungkan kembali komitmen bertumpah darah yang satu, berbangsa yang satu, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
   
Momen peringatan ini kian istimewa berkat pengumuman prestasi gemilang yang diraih oleh salah satu siswi terbaik sekolah. Nayshila Mirazani, siswi kelas 9B SMPN 1 Sugio, berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan membawa pulang trofi Juara 2 dalam ajang Lomba Mendongeng dan Menulis Cerita Tingkat SMP/MTs Se-Kabupaten Lamongan Tahun 2026. Ajang bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan yang bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia.
   
Kepala SMPN 1 Sugio, Dr. Hibatun Wafiroh, S.Pd.Si, M.Pd, menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus harapannya agar melalui kegiatan ini, para siswa dapat memetik inspirasi dari perjuangan tokoh-tokoh pemuda tahun 1928. Sekolah berkomitmen untuk terus mewadahi kreativitas siswa, baik di bidang literasi seperti yang dibuktikan oleh Nayshila maupun kepemudaan, guna mencetak generasi emas yang berkarakter, cinta tanah air, dan berwawasan global.
  
Upacara ditutup dengan doa bersama dan apresiasi atas prestasi yang diraih, yang semakin mengobarkan semangat literasi dan persatuan di bumi Sugio.